Pengusaha BPK Tewas Bersimbah Darah di Kamarnya

Daerah Karo Polri Redaksi

 

Tanah Karo – sibayakpost.id

– Pengusaha Babi Panggang Karo (BPK) Vichada M. Sinuhaji (60) di jalan Jamin Ginting tepatnya depan Okup (sauna) tradisional Karo Manohara , di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo terbujur kaku bersimbah darah pada hari Kamis (07/03) 2019 sekitar Pkl 07:00 WIB disalah satu bilik tempatnya berusaha.

Dari keterangan salah seorang karyawan rumah makan Nia Veronika Br Barus (15) warga Kabanjahe , seperti biasanya dia sampai di tempat kerja pkl 06:30 WIB , mendapati tempat kerjanya masih tertutup rapat dan tak ada tanda tanda kegiatan didalamnya, saya beberapa kali menggedor – gedor pintu dan memangil tapi enggak dibuka ,” jelasnya.

Lanjutnya lagi, saya merasa aneh ngak biasanya tempat kerjaku itu masih tutup sesiang itu, biasanya bapak Itu (pengusaha) sudah saya dapati beraktifitas kalau sudah jam begini, karana bingung langsung ku telpon bang Dapit ( anak pengusaha) itu ,” ungkapnya.

Keterangan Dapit Sinuhaji (41) anak korban menuturkan sebelum mendapati orang tuanya tak bernyawa lagi ,Dapit mendapat telpon dari karyawannya bahwa tempat usahanya belum dibuka,merasa aneh karena belum dibuka dia langsung mendobrak pintu bagian depan, betapa terkejutnya bagai disambar petir karena mendapati ayahnya tak bernyawa dan bagian kepalanya bersimbah darah, merasa ayahnya korban pembunuhan Dapit langsung menghubungi pihak berwajib.

Tak berselang lama Polsek Berastagi dan Polres Tanah Karo bersama Tim INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identivication Sistem ) sampai di lokasi kejadian dan langsung olah TKP dan memasang police line. Usai olah TKP jenazah langsung dibawa kerumah Sakit Efarina Desa Raya Berastagi untuk di visum.

Menurut Pihak Polsek Berastagi ada luka di pelipis sebelah kanan dengan lebar 3 cm dan kedalaman 1 cm ,untuk lebih jelas kita tunggu Hasil VER (visum et refertum),” ujar kanit reskrim polsek Berastagi IPTU J.Munthe.

Menurut salah satu keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya, mengutarakan bahwa perhiasan korban berupa cincin Berlian dan Emas yang di taksir berkisar Rp. 20 jutaan sudah tidak ditemukan lagi di tangan korban.

Istepanus-David

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *